BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
PROVINSI KEPULAUAN RIAU

Pusat Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau "Istana Kota Piring"
Gedung Sultan Mahmud Riayat Syah (Gedung C1 Lantai 2 dan Lantai 3) Pulau Dompak
Tanjungpinang, Kepulauan Riau 29124

E-mail : bkpp.kepriprov@gmail.com

Top Panel
  • Ditayangkan: Senin, 21 Mei 2018 11:13
  • Ditulis oleh NS/ red
  • Dilihat: 120

TEKNOLOGI DIGITAL DALAM MOMENTUM KEBANGKITAN NASIONAL

"Pikulan satu dipikul berdua, rapat-rapat seperti biji timun suri".

"Kita harus menjaga persatuan dalam memecahkan masalah, harus berbagi beban yang sama, merapakan barisan, jangan sampai terpecah belah, demikian artinya".

Pepatah dari Aceh tersebut bisa jadi sederhana, tapi memiliki makna yang mampu melambangkan harapan dan semangat Indonesia dalam memperingati hari Kebangkitan Nasional ke-110. Gubernur Kepulauan Riau, Nurdin Basirun menyampaikannya pada upacara bendera memperingati Hari Kebangkitan Nasional, Senin (21/5) di halaman Kantor Gubernur Kepri, Dompak. Mengusung tema “Pembangunan Sumber Daya Manusia Memperkuat Pondasi Kebangkitan Nasional Indonesia dalam Era Digital”, peringatan hari Kebangkitan Nasional ini harus dimaknai sebagai upaya penyadaran setiap masyarakat Indonesia, untuk mengembangkan diri dan merebutsetiap peluang untuk meningkatkan kapasitas diri yang dibuka oleh berbagai pihak, baik oleh pemerintah, badan usaha, sampai masyarakat sendiri.

Dalam sambutannya, Gubernur juga menyampaikan bahwa hari Kebangkitan Nasional mestinya menjadi momentum kuat dalam menjaga persatuan, menjadi sarana dalam berbagi beban, menjadi penguat agar jangan sampai terpecah belah. Terlebih, dalam menyongsong ‘generasi bonus demografi’ yang beririsan secara langsung dengan ‘generasi milenial’, dimana pembangunan sumber daya manusia menjadi salah satu aspek yang ditekankan Presiden Joko Widodo melalui pembangunan manusia yang terampil dan terdidik. Tujuannya selain untuk meningkatkan daya saing ekonomi, juga secara simultan meningkatkan kapasitas suMber daya manusianya. Point pentingnya lagi adalah massifnya perkembangan teknologi, khususnya teknologi digital yang membuka jendela peluang dan ancaman dengan bobot yang sama. Menjadi ancaman jika hanya sebagai pengguna dan pasar, berkah jika mampu ditaklukan dan menjadi pemain yang menentukan lansekap ekonomi berbasis digital dunia.

Semangat yang dibawa Boedi Oetomo 110 tahun yang lalu, menjadi tonggak penanda kesadaran akan pentingnya persatuan dan kesatuan. Sudah semestinya semangat tersebut makin dikokohkan dalam konteks menghadapi digitalisasi, dimana semua elemen harus serempak dalam menghadapi masalah dan menghadapi para pencari masalah. Gubernur pun berharap, jika dulu saja Indonesia sudah bisa berhimpun dan menyatukan pikiran untuk memperjuangkan kedaulatan bangsa meski dengan keterbatasan pengetahuan, informasi, dan terbatasnya teknologi, maka sekarang pun mestinya bisa. Dunia serba digital mesti mejadi wadah kondusif bagi perkembangan budi pekerti yang seimbang dengan pengetahuan dan keterampilan generasi penerus bangsa. Gubernur pun menekankan makna penting peringatan Kebangkitan Nasional ini untuk lebih memfaslitasi peningkatan kapasitas sumber daya manusia, terutama generasi muda, untuk kejayaan bangsa di tahun-tahun mendatang. (NS)